Pengetian Epidemiologi

 

Epidemiologi merupakan studi yang mempelajari distribusi (penyebaran) dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya suatu penyakit yang terjadi pada individu, kelompok atau masyarakat.

Penyakit dilihat dari sudut pandang epidemiologi digambarkan sebagai mal-adjusment atau ketidakmampuan manusia untuk adaptasi terhadap lingkungan dan merupakan fenomena sosial dimana penyakit dapat timbul setiap saat pada seluruh bagian masyarakat di atas permukaan bumi ini tanpa ada pengecualian.

Penyebab penyakit di dalam epidemiologi terjadi karena adanya suatu perkembangan dari rantai sebab akibat sampai proses kejadian penyakit, yaitu proses interaksi manusia (host), penyebab (agent), serta dengan lingkungan (environment).

Jadi Epidemiologi merupakan suatu Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi, Distribusi (Penyebaran) dan Determinannya(Faktor – factor yang Mempengaruhinya).

Pengertian Epidemiologi Menurut Para Ahli

Ilmu Epidemiologi akan selalu berkembang, dengan berkembangan Ilmu akan mempengaruhi pengertian dari Epidemiologi yang sudah mengalami modifikasi dalam batasan/definisinya. Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para pakar epidemiologi diantaranya adalah :

1. Brian Mac Mahon (1970). Ilmu Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyakit dan status kesehatan pada masyarakat.

2. Last (1988) Epidemiologi adalah ilnu yang mempelajari distribusi dan faktor-faktor determinan yang mempengaruhi status kesehaan atau yang memnyebabkan terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan pada masyarakat tertentu.

3. Anders Ahlbom & Staffan Norel (1989) Ilmu Epidemiologi merupakan Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang terjadinya distribusi penyakit pada populasi manusia.

4. Abdel R. Omran (1974) Ilmu Epidemiologi merupakan suatu ilmu mengenai terjadinya dan distribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya serta akibat – akibat yang terjadi pada kelompok penduduk

5. Hirsch (1883) Epidemiologi merupakan suatu gambaran kejadian, penyebaran dari jenis – jenis penyakit pada manusia pada saat tertentu di berbagai tempat di bumi dan mengkaitkan dengan kondisi eksternal.

6. Robert H. Fletcher (1991) Ilmu Epidemiologi merupakan ilmu mempelajari tentang distribusi, penyebaran dan determinan penyaki dalam populasi.

7. Moris (1964) Ilmu Epidemiologi merupakan suatu pengetahuan tentang sehat dan sakit dari suatu penduduk.

8. Mac Mohan (1986) Ilmu Epidemiologi merupakan ilmu yg mempelajari distribusi dan determinan penyakit.

Pengertian epidemiologi dapat ditinjau dari beberapa aspek sesuai dengan tujuan masing-masing yaitu,.

  1. Aspek Akademik
    Secara akademik, Pengertian epidemiologi berarti analisis data kesehatan, sosial ekonomi, dan kecenderungan yang terjadi untuk mengadakan identifikasi dan interpretasi perubahan-perubahan keadaan kesehatan yang terjadi atau akan terjadi di masyarakat umum atau kelompok penduduk tertentu.
  2. Aspek Praktis
    Epidemiologi secara praktis, merupakan suatu ilmu yang ditujukan khusus pada upaya pencegahan distribusi penyakit yang menimbulkan masalah kesehatan yang menyerang individu, kelompok serta masyarakat umum.

Dalam hal ini, penyebab penyakit tidak harus diketahui secara pasti, tetapi diutamakan pada cara penularan, infektivitas, menghindarkan agen yang diduga sebagai penyebab, toksin atau lingkungan, dan membentuk kekebalan untuk menjamin kesehatan masyarakat. Misalnya:

1).     Ditemukannya efek samping obat iodokloroquinolin yang serius di Jepang, walaupun saat itu mekanismenya belum diketahui dengan jelas dan di Indonesia belum ditemukan adanya efek samping tersebut, tetapi pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan telah melarang beredarnya obat tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran efek samping obat tersebut masuk ke Indonesia.

2).     Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), walaupun cara perlindungan dan pengobatan belum diketahui, tetapi telah dilakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, misalnya harus ada keterangan bebas AIDS/HIV untuk dapat masuk atau keluar pada suatu negara, screening pada donor darah, pengawasan terhadap homoseks, dan lain-lain.

  1. Aspek Klinis
    Epidemiologi secara klinis, berarti suatu usaha untuk mengetahui masalah kesehatan dari awal, perubahan insidensi atau prevalensi melalui penemuan klinis atau laboratoris pada awal kejadian luar biasa atau timbulnya penyakit baru seperti, karsinoma vagina pada gadis remaja atau HIV yang awalnya ditemukan secara klinis.
  2. Aspek Administratif
    Pengertian epidemiologi secara administratif berarti suatu usaha untuk mengetahui status kesehatan masyarakat di suatu wilayah atau negara agar dapat diberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Usaha ini membutuhkan data tentang pengalaman petugas kesehatan setempat, data populasi, dan data tentang pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan oleh masyarakat.

Komponen Penting Dalam Epidemiologi

1. Frekuensi

Merupakan keterangan tentang banyaknya masalah kesehatan dengan upaya melakukan kuantifikasi atau proses patologis atas kejadian untuk mengukur besarnya kejadian/ masalah serta untuk melakukan perbandingan dari data primer atau data sekunder yang sudah terkumpul.

  1. Distribusi

Merupakan keterangan tentang penyebaran suatu penyakit yang berkaitan dengan masalah kesehatan seperti penyakit, epidemiologi menggambarkan kejadian tersebut berdasarkan variabel orang, tempat, waktu. maksudnya dalam suatu penyelidikannya selalu menjawab pertanyaan siapa yang terkena penyakit dalam populasi serta kapan dan dimana penyakit tersebut terjadi.

  1. Determinan

Adalah faktor yang mempengaruhi, berhubungan atau memberikan risiko terhadap masalah kesehatan seperti penyalit. Faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan merupakan kelanjutan dua komponen terdahulu, karena pengetahuan tentang frekuensi, distribusi penyakit diperlukan untuk menguji hipotesis epidemiologi, jadi menunjukkan faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan baik yang menerangkan frekuensi, ditribusi, penyebab munculnya masalah kesehatan.

Referensi : Hartati, dkk (2015). Ilmu Kesehatan Masyarakat : Bidang Keahlian Masyarakat. Jakarta. Penerbit EGC

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *